Konsultasi Dokter Hewan Online

Anak Kucing dan Anjing dapat Tertular Cacing Lewat Air Susu?

Apakah anak Kucing dan Anjing dapat Tertular Cacing Lewat Air Susu? – Terdapat tiga spesies cacing dari genus Toxocara yang dapat hidup di usus halus anjing dan kucing yaitu Toxocara canis, Toxocara cati dan Toxascaris leonina.

Anak Kucing dan Anjing dapat Tertular Cacing Lewat Air Susu
Sumber : Pexels.com

Ketiga cacing ini termasuk ke dalam golongan cacing nematoda atau cacing gilik dengan ukuran besar dan berwarna putih.

Siklus hidup dari cacing ini dapat dilihat pada gambar di atas, yaitu berawal dari telur cacing yang keluar bersama tinja. Telur cacing tersebut akan berkembang di lingkungan pada temperatur yang optimal selama kurang lebih 1-4 minggu dan menjadi stadium infektif.

Hewan kesayangan kita dapat tertular apabila menelan stadium infektif dari cacing ini yaitu telur yang mengandung Larva-2. Telur tersebut akan menetas di usus dan larva keluar. Larva cacing ini dapat bermigrasi ke hati dan paru-paru melalui pembuluh darah kemudian melalui trachea dan masuk kembali ke usus halus kemudian menjadi dewasa dan bertelur.

BACA :  Benarkah Kucing Disteril Menjadi Lebih Gemuk?

Selain karena menelan telur infektif, hewan kesayangan dapat tertular karena makan hewan yang telah menelan telur infektif atau disebut juga hospes paratenik.

Lalu, bisakah cacing ini menular dari induk ke anak melalui air susu?

Ternyata, larva cacing yang bermigrasi pada induk dapat mencemari air susu pada 3 minggu pertama laktasi. Larva-3 dalam air susu tersebut dapat menular ke anak ketika anak menyusu pada induk.

Selain itu anjing atau kucing betina yang sedang bunting, juga dapat menularkan cacing tersebut pada anak yang dikandungnya, sehingga saat anak tersebut lahir sudah tertular cacing.

Bahayakah cacing ini? Bagaimana gejala jika hewan kesayangan tertular?

Pada infeksi ringan-sedang, cacing ini tidak menimbulkan kerusakan berarti pada jaringan dan jarang ada gejala yang muncul. Jika infeksi berat terjadi, larva yang bermigrasi dalam tubuh dapat menyebabkan pneumonia dan cacing dewasa di usus dapat menyebabkan enteritis dan usus tersumbat.

Gejala klinis pada infeksi yang berat meliputi kerusakan paru-paru yang ditandai dengan batuk, meningkatnya frekuensi pernafasan dan leleran berbuih. Infeksi berat pada anakan dapat menyebabkan kematian.

BACA :  Ascariasis pada Kucing

Cacing ini juga dapat menular ke manusia atau disebut juga zoonosis dan dikenal dengan sebutan visceral larva migrans. Jadi, jangan lupa  untuk menjaga kebersihan ya.

Bagaimana pencegahannya?

Hewan kesayangan sebaiknya diberi obat cacing secara rutin untuk pencegahan dan penanggulangan tertular cacing. Perlu hati-hati, beberapa obat cacing tidak boleh diberikan pada hewan yang sedang bunting. So, konsultasikan pada dokter hewanmu ya.

Daftar Pustaka

  • Blagburn, B.L. dan Dryden, M.W. 1999. Pfizer Atlas of Veterinary Clinical Parasitology. The Gloyd Group, Wilmington. pp. 12-13.
  • Urquhart, G.M., Armour, J., Duncan, J.L., Dunn, A.M. dan Jennings, F.W. 1996. Veterinary Parasitology Second Edition. Blackwell Publishing, Great Britain. pp. 69-72

Leave a Comment