Kucing Punya 9 Nyawa, Mitos / Fakta?

Haloo sahabat Pet Lover, ketemu lagi denganku “Caty”. Jaman dahulu kala tepatnya pada jaman mesir kuno, aku hewan yang disucikan, bahkan disembah-sembah sebagai Tuhan lho. Aku juga dipercaya manusia mempunyai kekuatan gaib atau supranatural. Saat ini saja kalian masih menganggapku mempunyai sembilan nyawa. Anggapan ini muncul mungkin karena aku tidak mengalami luka yang berarti ketika jatuh dari ketinggian, misalnya jatuh dari pohon atau gedung. Tidak seperti kalian yang akan mengalami luka-luka, patah tulang bahkan kematian.

Nah, sekarang mitos atau fakta kalau aku ini punya 9 nyawa? Hmm jawabannya adalah MITOS.

Aku tidak mengalami cedera yang berarti ketika jatuh karena mempunyai sistem keseimbangan dan koordinasi yang sangat baik. Penelitian yang dilakukan oleh “Etienne Jules Marey” pada abad 19 menyatakan bahwa apabila aku jatuh dalam posisi terbalik atau telentang, maka aku akan sadar pada posisi apa aku jatuh dan segera memutar tubuhku sehingga kaki yang akan berada di bawah. Setelah itu kakiku akan meregang dan menekuk sehingga berbentuk seperti parasut untuk mengurangi kecepatan dan tekanan pada saat jatuh.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 1987 juga menjelaskan kalau aku memiliki kecepatan jatuh sekitar 100 km/jam, sedangkan kalian sekitar 200 km/jam.

Hal ini berkaitan dengan konsep gaya gesek atau gaya hambat udara (drag force). Yaitu “Apabila sebuah benda jatuh didalam zat alir (fluida) maka benda tersebut akan mengalami beberapa gaya, diantaranya: gaya apung dan gaya gesek/hambat, sehingga benda yang semula dipercepat karena gravitasi bumi lama kelamaan kecepatannya akan konstan (kecepatan terminal) karena gaya hambat tersebut”.

Saat tubuhku mencapai kecepatan terminal, aku tidak merasakan percepatan sehingga sedikit rileks, jadi dapat meregangkan kaki-kaki dan lehernya secara horizontal keluar dan meluruskan punggung. Tindakan ini menyebabkan peningkatan luas penampang dan gaya hambat, dan tubuhku mulai melambat hingga kecepatan terminal baru yang lebih kecil tercapai. Penurunan kecepatan terminal mengurangi kemungkinan cedera serius pada saat pendaratan. Persis sebelum akhir kejatuhan, pada saat dekat dengan tanah, aku menarik kembali kaki-kakiku ke bawah badan untuk persiapan pendaratan.

Faktor lainnya adalah aku memiliki kaki yang panjang dan berotot sehingga dapat berfungsi sebagai pegas yang berfungsi sebagai shock absorber. Aku juga kan sejatinya termasuk hewan arboreal yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di atas pepohonan, sehingga telah beradaptasi dan bertahan hidup apabila jatuh dari ketinggian. Hal ini tentu berbeda dengan temanku yang merupakan kucing rumahan, dia cenderung memiki kelebihan berat badan, sehingga kemampuan ini tentu akan berkurang.

Untuk jelasnya kalian bisa simak video dibawah ini:

Ditulis oleh: M. N N Naufal