Infestasi Pinjal pada Kucing

Pernahkah anda mendapati kucing anda sering menggaruk-garuk badannya? Pernahkah anda mendapati ada yang bergerak lincah diantara helai bulu kucing anda saat anda mengelus dan mengusapnya? Bisa jadi itu adalah pinjal kucing. Pinjal kucing merupakan salah satu parasit eksternal yang sering di temukan bahkan pada kucing rumahan sekalipun. Pinjal pada kucing berasal dari spesies Ctenocephalides felis. Pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai pinjal pada kucing beserta dampak dan penanganannya.

pinjal-kucingGambar 1. Penampakan Ctenocephalides felis di bawah Mikroskop
Sumber: https://id.wikipedia.org/

Pinjal Ctenocephalides yang sering menginfeksi kucing adalah Ctenocephalides felis. Pinjal tersebut  mempunyai siklus hidup langsung. Telur pinjal mudah jatuh dan mencemari lingkungan. Pada  kondisi lingkungan yang mendukung, telur pinjal dapat menetas dengan cepat untuk kemudian  menginfeksi hewan yang mengalami kontak dengan lingkungan yang tercemar maupun hewan yang terinfestasi.

Penanganan infestasi Ctenocephalides meliputi diagnosis hingga terapi. Pinjal Ctenocephalides felis memiliki bentuk pipih lateral, warna kuning, kepala panjang, tanpa sayap, dengan kaki yang panjang dan kuat. Gejala klinis infestasi pinjal berupa gatal (ditandai dengan seringnya menggaruk-garuk). Untuk mendiagnosis pinjal dapat dilakukan dengan inspeksi rambut hewan untuk mengambil pinjalnya untuk kemudian diperiksa dibawah mikroskop. Pengendalian pinjal dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan hewan dan lingkungan. Beberapa shampo, bedak, dan collar (corong/ kalung leher) yang dijual secara umum sudah ada yang berfungsi untuk mengatasi pthiriasis (infestasi pinjal).

Pinjal mungkin bukan parasit yang sangat membahayakan kesehatan kucing, tetapi kehadirannya membuat tidak nyaman. Kucing yang terinfestasi pinjal dapat menyebarkan pinjal tersebut ke lingkungan tempatnya berada atau yang dilewatinya. Kebersihan penting untuk dijaga guna meminimalkan resiko infestasi pinjal. Grooming atau memandikan kucing secara rutin dua minggu sekali merupakan salah satu cara yang efektif untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kucing. Sekian artikel dari kami, saran dan kritik yang membangun kami harapkan untuk pengembangan yang lebih baik.
Referensi
Griffiths, H. J. 1978. Handbook of Veterinary Parasitology : Domestic Animals of North America. Minneapolis : University of Minnesota Press.

Disusun oleh:
drh. Praditya

attn